50.000 Buruh Demo di DPR saat May Day 2026, Ini 6 Tuntutannya

Tangguh Yudha
Ilustrasi sebanyak 50.000 buruh akan menggelar aksi may day di DPR dan menuntut 6 hal. (Foto: ist)

Selain itu, KSPI juga menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi global dan kebijakan domestik. Konflik geopolitik internasional dinilai berdampak pada kenaikan biaya energi yang memicu efisiensi di sektor industri.

Menurut Said Iqbal, konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berdampak pada kenaikan harga energi, khususnya BBM untuk sektor industri. Hal ini meningkatkan biaya produksi perusahaan, yang pada akhirnya mendorong efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.

“PHK itu bukan lagi ancaman, tapi sudah di depan mata. Banyak perusahaan sudah memberi sinyal akan melakukan efisiensi,” katanya.

Tuntutan berikutnya adalah reformasi pajak yang dinilai lebih berpihak kepada pekerja, termasuk usulan kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp4,5 juta menjadi Rp7,5 juta per bulan serta penghapusan pajak untuk THR, JHT, dan dana pensiun.

Selain isu ketenagakerjaan, buruh juga mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) yang hingga kini belum disahkan meski telah lama masuk agenda legislasi.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
3 jam lalu

DPR Buka Suara soal Heboh Isu Gaji PNS Dipotong untuk Bayar PPPK

17 jam lalu

DPR Pastikan Stok BBM Aman, Ungkap Penyebab Antrean di SPBU

2 hari lalu

Purbaya Kena Semprot DPR saat Raker, Ini Penyebabnya

2 hari lalu

DPR Desak Kemenhaj Kawal Pemulihan Hak 3.550 Korban Penipuan Haji Rp116,7 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal