5 Khotbah Natal Singkat yang Menarik untuk Renungan tentang Pengharapan

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi khotbah Natal (Freepik)

Emas juga berbicara sesuatu yang mahal harganya. Saya tidak tahu apa yang mahal bagi Saudara. Mungkin uang, waktu yang kita punya, atau harga diri. Tuhan mau semuanya itu dipersembahkan kepada Dia. Abraham diminta mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal, yang sangat berharga & dikasihinya, serta didapatkan pada masa tua. Abraham lulus ujian ketika rela mempersembahkan Ishak, lalu Tuhan memberkati Abraham beserta keturunannya berlimpah-limpah.

Kemenyan berbicara tentang korban. Sesuai Roma 12 : 1, kita diminta mempersembahkan tubuh ini sebagai korban yang hidup & berkenan kepada Tuhan, itulah ibadah kita yang sejati. Kita harus hidup bagi Tuhan, menyembah Dia, menaati Dia, menentang dosa, membela kebenaran, menolak & membenci kejahatan, melakukan pekerjaan yang baik untuk orang lain seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, mengikuti Dia, melayani Dia, hidup dipenuhi serta sesuai pimpinan Roh Kudus. Hidup kudus & berkenan kepada Tuhan artinya memisahkan diri dari dunia & makin intim dengan Dia.
Jadi, untuk hidup kudus & berkenan kepada Tuhan, kita harus berkorban. Korban itu sesuatu yang menyakitkan bagi kedagingan kita. Tidak benar kalau menjadi orang Kristen yang santai,  bisa berbuat apa saja dan tetap masuk surga.

Kemenyan juga berbicara tentang persembahan yang menyenangkan hati Tuhan.

Kemenyan juga berbicara tentang doa. Doa yang dilakukan setiap waktu dalam roh dengan tidak putus-putusnya untuk orang kudus. Ini merupakan senjata Allah untuk melawan tipu muslihat Iblis. Hari-hari ini, kita sedang memasuki masa peperangan rohani dahsyat untuk merebut jiwa-jiwa dari tangan si Iblis.

Mur berasal dari bahasa Ibrani 'mor' dan bahasa Yunani 'smurna' yang artinya pahit. Ibrani 12 : 15 berkata, "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." Jangan sampai punya akar yang pahit. Amsal 4 : 23 berkata, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Kita mau hidup kekal selama-lamanya, atau mati kekal selama-lamanya, itu tergantung pada hati kita. Kalau hati kita kotor oleh akar pahit, maka akan mati kekal. Kalau mulai muncul akar pahit, cepat datang ke hadapan Tuhan Yesus, serahkan, bertobat, & minta ampun karena selama ini menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, maka kita akan selamat.

Mur juga berbicara tentang pengurapan. Salah satu bahan untuk membuat minyak urapan adalah mur. Pengurapan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita harus dikembalikan ke Tuhan, bukan untuk popularitas, mencari kekayaan atau kepentingan-kepentingan lainnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Festival Kasih Nusantara 2025 Digelar Kemenag, Natal Bersama Jadi Simbol Harmoni

57 tahun lalu

168.614 Kendaraan Kembali ke Jabotabek hingga H+2 Natal

57 tahun lalu

Momen Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Tetap Rayakan Natal meski Jauh dari Keluarga

57 tahun lalu

Kaget! Deddy Corbuzier Tetap Rayakan Natal Bareng Azka Meski Sudah Mualaf

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal