Dia mengungkapkan, bahan bambu merupakan material yang strukturnya terdiri dari fiber dan pori-pori menyerap udara serta air. Sehingga, kondisi lingkungan dan cuaca menjadi faktor utama ketahanan sebuah bambu.
"Kalau lingkungannya udah polutif banget ya begitu kejadiannya. Di karya saya yang lain mungkin lebih baik. Dibandingin karya saya (di) Jerman 2015 begitu ya 1 tahun si kawat (penahan) enggak karatan masih bagus," tutur Joko.
Dengan begitu, kekuatan bambu Getih Getah di Jakarta sendiri dipengaruhi faktor polisi udara yang buruk. Apalagi, belakangan tingkat polusi udara di Jakarta menjadi sorotan masyarakat dunia karena dinilai sudah tidak baik bagi kesehatan.
"Iya kalau pengalaman saya dan di kota-kota lain yang lingkungannya enggak polutif itu akan lebih lama. Jadi bagi saya indikator sih. Ya kondisinya lebih mudah rusak (di Jakarta)," ujar Joko.