Kemudian melakukan perjalanan ke wilayah Garut selatan tempat korban pemerkosaan oleh guru pesantren tinggal bersama orang tuanya. Untuk menuju seorang rumah korban tidak bisa diakses menggunakan mobil. Alhasil dia pun diantar aparat desa menggunakan motor menuju lokasi.
Dedi bertemu dengan korban dan orang tuanya. Terlihat korban sudah semakin membaik dan mulai menata kembali kehidupannya.
Namun masih ada beberapa korban yang kini masih merasa ketakutan dan trauma dengan apa yang dialami. Sehingga masih perlu waktu dan bimbingan untuk kembali normal.
Dedi mengatakan bahwa rata-rata dari korban sudah membaik dan ingin bersekolah lagi. Mendengar keinginan tersebut, Dedi berinisiatif untuk menjadi orang tua angkat mereka. Selain biaya dan kebutuhan sehari-hari yang ditanggung, para korban akan melanjutkan ke pesantren yang selama ini berada di bawah naungan Dedi Mulyadi.
2. Kopassus Sisir Jembatan Gladak Perak Cari Korban Erupsi Semeru
Pada Minggu (12/12/2021) prajurit Kopassus bersama tim SAR dan warga menyisir kawasan Jembatan Gladak Perak, Kabupaten Lumajang untuk mencari korban hilang akibat erupsi Gunung Semeru. Penyisiran di kawasan Gladak dilakukan setelah tim Kopassus Grup 2 Solo menerima laporan dari warga terkait dugaan banyaknya orang hilang tersapu lahar dan awan panas erupsi Semeru.
Ketika pencarian, tim Kopassus dan SAR mencium bau menyengat. Namun, setelah beberapa jam melakukan upaya pencarian belum membuahkan hasil. Pencarian korban hilang akhirnya dihentikan sementara setelah adanya peningkatan aktivitas Gunung Semeru ditambah hujan deras.