Insiden ini menyebabkan 131 orang meninggal dunia karena berdesak-desakkan ingin keluar dari stadion. Sebab, mereka ingin menghindari gas air mata yang sudah memenuhi tribune. Tragedi ini pun menjadi sorotan dunia.
Sebagai induk sepak bola dunia, FIFA tak luput mengikuti perkembangan insiden di Stadion Kanjuruhan. Terbaru, FIFA mengirim surat kepada Presiden Jokowi, yang berisi poin-poin untuk mendorong reformasi sepak bola Indonesia.
Dari beberapa poin yang dicatat, FIFA ikut menyoroti jadwal pertandingan yang dinilai terlalu malam. Dalam hal ini, FIFA mendukung perbaikan penjadwalan pertandingan di kompetisi domestik Indonesia.
“Tinjauan terhadap penjadwalan dan waktu pertandingan akan dilakukan, dengan tujuan khusus untuk menghindari waktu pertandingan yang dapat meningkatkan profil risiko pertandingan tertentu,” tulis FIFA dalam salah satu poin surat itu, dikutip pada Jumat (7/10/2022).
“Ini dapat mencakup pertimbangan penjadwalan pertandingan tidak lebih dari jam 5 sore dan di televisi hanya pada hari Sabtu dan Minggu, yang mencerminkan korelasi antara waktu kick-off lebih awal dan pengurangan insiden peristiwa kekerasan di tempat lain."