Pria yang lahir pada 14 Juli 1917 ini mulai menjabat sebagai KSAL pada tahun 1948, dimana saat itu usianya barulah menginjak 31 tahun.
Sayang perjalanannya sebagai KSAL harus terhenti karena terjadi pergolakan di dalam tubuh ALRI yaitu adanya ketidakpuasan terhadap kepemimpinannya, gerakan ini dimotori oleh Mayor Laut Yos Soedarso dan Mayor (KKO) Ali Sadikin.
Pada akhirnya Laksamana R. Subyakto digantikan oleh Laksamana Raden Eddy Martadinata.
Kala Mohammad Nazir Isa menjabat, nama pimpinan tertinggi Angkatan Laut belum menjadi KSAL melainkan masih bernama Panglima Angkatan Laut.
Pria yang lahir pada 10 Juli 1910 ini menjabat menjadi Panglima Angkatan Laut ketika masih berusia 36 tahun pada 1946. Setelah masa baktinya habis sebagai pimpinan tertinggi Angkatan Laut pada 1948, dia sempat dipercaya Duta Besar RI di Swiss dan Vatikan.