Tidak hanya itu, ibu pun harus menanggung berbagai beban selama kita sekolah. Seragam kita kotor, ibu yang mencucikan. Seragam kita hilang, ibu yang mencarikan. Seragam kita sobek, ibu yang menjahitkan.
Hadirin yang berbahagia!
Sungguh begitu besar jasa ibu kepada kita. Sehingga walaupun kita membalas jasa-jasa itu dengan menggendong ibu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, itu belum cukup. Maka cukuplah kiranya kita membalas jasa ibu dengan cara mencukupkan keperluan hidupnya. Kita benahi rumahnya, kita lengkapi perabotannya, kita tanggung belanjanya, dan kita perhatikan kesehatannya.
Tetapi pertanyaannya, mampukah kita melakukannya? Semoga saja iya, tetapi jika tidak mampu melakukan semuanya, maka jangan tinggalkan semuanya.
Oleh karena itu marilah kita bersungguh-sungguh berupaya membahagiakan ibu kita dengan berbuat yang terbaik kepada beliau, setidaknya, senantiasa mendoakan beliau agar dimudahkan segala urusannya, dimurahkan rizkinya, dipanjangkan umurnya, dan diberkahkan hidupnya. Amin.
Dan janganlah sekali-kali kita menyakiti beliau karna surga terletak di bawah telapak kaki ibu. Maksudnya, kita tidak akan mungkin masuk surga apabila ibu tidak meridai kita.