JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) mengungkapkan, kesertaan KB pria di Indonesia masih sangat rendah. Padahal, suami memiliki peran penting dalam keluarga.
Ya, kehamilan yang tidak direncanakan meningkatkan risiko kematian ibu. Dan, salah satu faktor risiko terjadinya masalah itu adalah suami yang tidak menggunakan kontrasepsi.
BKKBN mencatat bahwa angka kematian ibu masih tinggi, yaitu 144 per 100.000 kelahiran. Di sisi lain, kesertaan suami dalam kontrasepsi masih rendah.
"Penggunaan kondom masih di bawah 1 juta, sedangkan vasektomi hingga 2025 masih di angka 31 ribu," kata Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN dr Fajar Firdawati dalam webinar, Selasa (30/6/2026).
"Suami dalam keluarga adalah partner, agen perubahan, dan pengambil keputusan. Karenanya, penting untuk memahami kesejahteraan keluarga, termasuk penggunaan kontrasepsi pria," tambahnya.