Kegiatan ini diawali dengan dilakukannya penerbangan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Pangkalan Angkatan Udara Amahai. Selain membawa pasukan, pesawat juga mengangkut logistik dengan berat 8.400 kg.
Namun, saat mau mendarat terjadi kesalahan di dropping zone lantaran tidak mengetahui kondisi medan di wilayah tersebut. Seharusnya, pasukan mendarat di Sungai Merauke, namun justru tiba di Sungai Kumbai yang jaraknya 30 km ke Urara.
Beratnya medan membuat tak sedikit prajurit yang kehilangan nyawa serta hilang di hutan belantara. Mereka yang selamat juga harus berjuang untuk menuju Merauke guna menjalankan misi. Ketika tengah beristirahat, pasukan TNI mendapat serangan mendadak dari Belanda hingga akhirnya ditawan.
Pengibaran bendera Merah Putih juga masuk dalam salah satu kisah heroik dalam Operasi Trikora ketika membebaskan Irian Barat. Melansir laman TNI, pada 19 Mei 1962 sebanyak 81 anggota PGT AURI berangkat dari Pangkalan Udara Pattimura, Ambon, dengan menggunakan pesawat Hercules.
Rencananya, pasukan akan terjun di wilayah kota Teminabuan. Bukan sembarangan, pasukan terjun di atas tangsi Belanda hingga terjadi kontak senjata. Dua hari setelahnya, sang Merah Putih berhasil berkibar untuk yang pertama kalinya di Irian Barat.