22.655 Warga Terdampak Banjir Bandang Bolaang Mongondow Selatan, 29 Rumah Hanyut

Felldy Aslya Utama
Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (2/8/2020). (Foto: BNPB)

Berdasarkan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, beberapa sungai yang meluap tersebut meliputi Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa sungai lainnya.

“Kendati sebagian besar sudah surut, namun air dapat kembali naik apabila hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam periode yang cukup lama,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/8/2020) pagi.

Terlebih lagi, kata dia, hingga saat ini hujan masih sering terjadi. Ini persis seperti yang telah diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya terkait curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan wilayah lain di bagian utara Indonesia.

Sementara itu, dampak kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut mulai dari 29 unit rumah hanyut, 64 unit rumah rusak berat, 5 unit jembatan rusak berat dan 5 ruas jalan rusak. “(Bencana) itu sekaligus menyebabkan tiga kecamatan seperti Kecamatan Helumo, Kecamatan Tomini, dan Kecamatan Posigadan menjadi terisolasi,” tuturnya.

Status tanggap darurat 2 pekan

Menyikapi dampak bencana tersebut, bupati Bolaang Mongondow Selatan mengambil langkah penetapan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari terhitung mulai 24 Juli hingga 6 Agustus 2020. Selain itu, bupati juga telah menetapkan surat keputusan (SK) pembentukan posko yang berlokasi di alun-alun kabupaten dengan komandan Kodim 1303.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla hingga ISPA saat Kemarau Panjang

57 tahun lalu

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang di Jawa, Sumatra hingga Papua

57 tahun lalu

Jakarta hingga Maluku Sudah Masuk Musim Kemarau, Ini Daftar Wilayahnya

57 tahun lalu

Siap-Siap! Puncak Kemarau RI Diprediksi Terjadi Agustus, Durasi Lebih Panjang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal