Kami sayang padamu Ayah.
Tak terbilang keringat mengucur basah,
selalu berjuang mencari nafkah.
Kami cinta padamu Ayah.
Tak cukup kata mengungkap kisah,
tentang pengorbanan yang penuh sejarah.
Kami panjatkan do’a untukmu Ayah,
agar hidup dan matimu penuh barokah.
Karya: Hadi Mulyadi
Terima kasih mama tercinta,
walau kau sudah tiada
cinta kasihmu masih terasa
tergores mendalam di dada.
Ingin nanda bersua,
apa daya tempat kita berbeda.
Walau mama tidak lagi bersuara
nasehat masih terngiang di telinga.
Nanda mengaku banyak dosa.
Tapi asa,
ingin bersama mama di syurga.
Karya: Hadi Mulyadi
Hari-hari kulewati,
siang malam kumenanti.
Setiap hari kusirami
dengan sepenuh hati.
Kini aku menyaksikan sendiri,
ternyata bunga itu telah mekar.
Dia telah mengharumi rumahku,
dan membuat indah suasana sekitar.