Sangkuriang pun menyanggupinya. Dayang Sumbi membuat seolah-olah hari itu sudah menjelang pagi. Sangkuriang kesal lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri.
Akibatnya terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Ia juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu jatuh telungkup, lalu menjadi sebuah gunung bernama Tangkuban Perahu.
Dahulu kala, hiduplah Bawang Putih dan saudara tirinya, Bawang Merah. Ibu Bawang Putih meninggal ketika ia masih bayi. Kemudian ayahnya menikah lagi dengan wanita lain dan memiliki anak bernama Bawang Merah.
Tak berselang lama, ayahnya pun meninggal. Setelah itu, kehidupan Bawang Putih amat menyedihkan. Kesehariannya, Bawang Putih selalu diminta untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah termasuk mencuci baju.
Suatu hari ketika sedang mencuci, baju ibu tiri Bawang Putih hanyut. Bawang Putih pun bingung sampai akhirnya bertemu dengan seorang nenek yang mengatakan kalau ia menyimpan baju yang hanyut itu dan akan mengembalikannya dengan satu syarat.