Saat ini, kata Ayu, bus tersebut sudah ditarik dan tak dioperasikan untuk sementara waktu.
“Transjakarta memutuskan untuk melakukan pemberhentian operasi sementara (grounded) armada bus tersebut. Langkah ini diambil guna melakukan inspeksi menyeluruh (comprehensive check) dan memastikan setiap unit memenuhi standar kelaikan jalan yang ketat sebelum diizinkan kembali melayani pelanggan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan investigasi internal mendalam dan melakukan pemeriksaan pada 59 unit bus gandeng BBG merk Zhongtong, terutama pada sistem pendinginnya.
“Kami berkomitmen untuk tidak menoleransi segala bentuk pengabaian standar teknis demi menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama. Seluruh armada yang terdampak akan melalui proses audit teknis sebelum kembali beroperasi melayani pelanggan,” jelasnya.