Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, 1.203 KK di Bogor Harus Segera Pindah ke Tempat Aman

Putra Ramadhani
Wali Kota Bogor Bima Arya melaporkan 5.603 KK berada di titik rawan bencana. (foto: MPI)

Yakni lahan di kawasan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan seluas 3 hektare, kedua di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal seluas 1,5 hektare dan terakhir di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara seluas 3.000 meter persegi.

"Tiga lahan ini menjadi lahan tempat relokasi rumah di wilayah hitam. Jadi saya berikan waktu satu bulan kepada para Camat melakukan komunikasi dengan warga di daerah hitam untuk pada waktunya akan bergeser ke lahan-lahan tadi," ungkapnya.

Selain dibangun di lahan yang baru, Bima Arya menyebutkan ada skenario membangun di lahan yang lama. Dengan catatan lahan yang lama sudah dalam kondisi aman. Hal itu akan dilakukan berdasarkan rekomendasi teknis dari para ahli geologi.

"Contohnya di sini (lokasi longsor Gang Barjo). Kalau di sini sudah aman, dibangun turapnya, saluran airnya, artinya rumah rumah di bawah (tebinhan) akan kita renovasi sehingga lebih aman," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Bentuk Timsus Data Warga Terdampak Bencana

Megapolitan
12 hari lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Bogor, 1 Orang Tewas Tertimpa Tebing

Nasional
22 hari lalu

Pemerintah Tetapkan Skema Kompensasi Korban Bencana Sumatra, Segini Besarannya

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Tegaskan Tak Tinggalkan Masyarakat di Tengah Musibah: Kita Bersama-sama Hadapi Kesulitan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal