"Setelah dicocokan dengan foto pakaian terakhir dikenakan oleh korban yang dilaporkan orang pihak keluarga, diduga kuat bahwa pakaian tersebut adalah benar pakaian terkahir milik korban yang digunakan pada saat pergi meninggalkan rumah," ungkapnya.
Kemudian, polisi pun mendapat keterangan dari saksi-saksi bahwa sebelumnya ada sempat melihat nenek tersebut yang diduga pikun di kantor desa. Tetapi, ketika akan diantarkan pulang nenek tersebut menolak dan menyebut akan dijemput oleh cucunya.
"Saksi lain pelajar SD dan kawan-kawannya pulang sekolah berjalan melintasi kebun singkong di sekitar TKP bertemu dengan nenek-nenek tidak dikenal sedang dalam posisi tiduran terlentang di rumput. Nenek tersebut menegur para saksi dan kawan-kawannya dengan kalimat 'kalian jangan metikin singkong punya nenek ya'. Karena saksi ketakutan dan mengira orang tersebut ODGJ sehingga para saksi dan kawan-kawannya pergi," ujarnya.
Berdasarkan ciri-ciri dan keterangan para saksi, maka diduga kuat bahwa jenazah tersebut merupakan ON. Saat ini, pihak keluarga dan poliai berada di RS Polri Kramatjati untuk dilakukan otopsi terhadap janazah sehingga dapat dipastikan identitasnya.
"Dalam rangka kepentingan persetujuan autopsi dari pihak keluarga korban serta prosedur pengambilan jenazah korban langsung diarahkan ke RS Polri Kramatjati dengan membawa surat keterangan pengantar yang dikeluarkan Polsek," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Rancabungur, Kabupaten Bogor digegerkan dengan temuan mayat diduga perempuan di kebun singkong pada Selasa 8 Oktober 2024. Mayat tersebut sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit untuk dilakukan diotopsi.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, mayat tersebut sudah membusuk dan tanpa identitas. Mayat perempuan itu juga tidak mengenakan baju, hanya memakai bra dan rok pendek.