Tak hanya difungsikan sebagai tempat berdirinya patung singa, lapangan itu juga kerap digunakan oleh bangsawan Belanda untuk pamer kereta kuda. Pada masa itu, Waterlooplein sangat ramai dikunjungi oleh banyak orang.
Berpuluh-puluh tahun kemudian atau pada 1876, terdapat patung lain berbentuk seorang pendiri kota Batavia yang dibangun oleh pemerintah Belanda. Patung itu sengaja didirikan dalam rangka memperingati 257 tahun Jayakarta yang berhasil ditaklukkan oleh pendiri Batavia.
Lalu pada tahun 1942, dimana Belanda menyerah pada Jepang, seluruh patung yang ada di lapangan Banteng dihancurkan. Hal itu lantaran Jepang tak ingin ada sisa-sisa kejayaan apapun yang dilakukan oleh Belanda di Indonesia.
Sejak saat itu, tak ada patung apapun di lapangan Waterloo. Namun pada 17 Agustus 1963, dibangunlah Monumen Pembebasan Irian Barat oleh Presiden Soekarno untuk mengenang para pejuang Tri Komando Rakyat (Trikora) yang berhasil membebaskan Irian Barat dari Belanda.
Monumen tersebut berbentuk patung di yang berdiri tegak dengan kedua tangan direntangkan dan kedua kaki yang seolah lepas dari borgol. Mimik patung yang terbuat dari perunggu itu bak berteriak menyerukan kebebasan.