“Perjuangan kita bersama ini didasari niat untuk membangun Jakarta yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera bagi seluruh warganya. Dukungan tulus dari kader PKS adalah fondasi yang akan membawa kita menuju kemenangan dalam satu putaran,” ujar Suswono di hadapan para kader yang hadir.
Ridwan Kamil turut berbicara kepada para kader PKS, menegaskan bahwa setiap pilihan dalam hidupnya, termasuk di dunia politik, berlandaskan nilai keluarga dan restu orang tua.
“Wasiat orang tua saya: bela agama, bela negara. Pada tahun 2016, saya sebenarnya sudah diajukan oleh beberapa partai untuk maju di Pilgub Jakarta, tetapi ibu saya tidak memberikan restunya. Saat itu, saya masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung. Setelah saya menolak, barulah Gerindra dan partai-partai lain mengajukan Pak Anies Baswedan. Jadi, di balik takdir Pak Anies, ada takdir-takdir lain, termasuk takdir saya,” jelas Ridwan Kamil.
Pernyataan ini mencerminkan kerendahan hati dan pandangan mendalam Ridwan Kamil tentang perjalanan politiknya. Baginya, kepemimpinannya adalah bagian dari takdir yang selalu melibatkan nilai moral, restu keluarga, dan kesadaran akan tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat.
Ridwan Kamil juga menanggapi hasil survei LSI yang baru-baru ini dipublikasikan. “Survei bukan penentu takdir. Yang penting kita kerja keras dan kerja tuntas. Hal yang tidak dibaca survei adalah semangat dan kerja keras dari relawan, kader, dan akar rumput PKS—bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir di sini,” tegas Ridwan Kamil.