Tak hanya para remaja balapan liar, pedagang kaki Lima pun tak luput diangkut untuk mengikuti tes Covid-19. Sempat terjadi perlawanan antara petugas dengan para pedagang, namun setelah diberikan pengertian mereka pun langsung mengikuti imbauan petugas.
"Kami melakukan ini untuk kemanusiaan artinya kita menjaga jiwa manusiawi yang ada di Jakarta Pusat. Setiap hari setiap saat kami akan melakukan tindakan. Pokoknya di atas jam 19.00 warung buka, restoran buka kami akan melakukan tindakan. Begitu juga dengan PKL.Kita akan tindak tegas," ujar Heru.
Setelah didata oleh Satpol PP, masyarakat yang terjaring itu langsung menjalani swab antigen. Jika hasilnya reaktif akan langsung dirujuk ke RSD Wisma Atlet Kemayoran.
"Kita masih hitung ada berapa nih, yang jelas lebih dari 30 orang. Baik pedagangnya, pembelinya langsung melakukan test. Apabila hasilnya reaktif atau positif, puskesmas akan melakukan tindakan merujuk ke Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran," katanya.