“Kepercayaan publik adalah prioritas Polri dan Polri berkomitmen untuk memulihkannya melalui tindakan nyata,” tegas dia.
Diketahui, kasus ini bermula dari viralnya postingan bernarasi dugaan pemerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap WN Malaysia saat menonton konser DWP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dari narasi yang diunggah di X, postingan itu berisikan narasi banyaknya protes dari WN Malaysia terkait aksi polisi yang berjaga di DWP. Mereka mengaku dipaksa menjalani tes urine saat sedang berjoget.
Dalam postingan tersebut, mereka mengklaim diminta untuk menunjukkan paspor. Tak hanya itu, mereka mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum polisi yang berjaga.
Melalui pernyataan resmi, DWP menyatakan mereka mendengar kekhawatiran tersebut dan sangat menyesalkan tantangan dan frustasi yang dialami. Meski, aspek-aspek tertentu dari situasi itu berada di luar kendali DWP langsung.