"Kalau menurut saya, mungkin di awal tidak ada upaya prevensi karena pasiennya tidak punya insight yang baik mengenai dirinya sendiri," ucapnya.
Di sisi lain, dokter spesialis penyakit dalam dari pihak RSCM yakni dr Dicky L Tahapary mengatakan, pihaknya juga sedang mengevaluasi penyebab dari metabolisme tubuh MF. Sebab, juga terdapat faktor lain di balik hal tersebut.
"Salah satunya, kami temukan ada gangguan fungsi tiroid pasien yang mungkin berkontribusi juga terhadap kejadian obesitas tersebut," katanya.
"Jadi, kami sedang mencari karena ini kasusnya langka, termasuk sampai ke arah genetik apakah ada gangguan genetik tertentu yang berkontribusi terhadap penumpukan masa lemak tadi," ujarnya.
Diketahui, pasien obesitas Muhammad Fajri (26) sering diklaim punya berat badan 300 Kg. Saat ini ia tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti menyebut, saat ini pihaknya hanya memiliki timbangan kapasitas 150 Kilogram (KG). Oleh karenanya berat Fajri belum bisa dipastikan secara detail.
"Namun berat sesungguhnya Fajri estimasi 260 Kg, tetapi kita harus ukur secara aktual, tapi timbangannya gak ada. ada yang maksimum itu 150 kg. lebh dari 150 kg. dia sudah gak kuat," kata Lies saat konferensi pers di RSCM, Rabu (14/6/2023).