Pramono mengaku masih mendalami penyebab terjadinya tawuran di wilayah Koja. Menurutnya, konflik antarwarga kerap dipicu persoalan-persoalan kecil yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan.
Karena itu, Pemprov DKI berkomitmen terus menambah fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang beraktivitas.
"Berkaitan dengan tawuran Pemerintah DKI Jakarta sekali lagi meminta untuk benar-benar bisa dihilangkan atau minimum dikurangi di Jakarta ini. Dan kami akan memberikan fasilitas untuk itu," katanya.