"Apa motifnya? Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal. Hal ini sudah didatangi tadi siang dan sudah dilakukan pendalaman. Jadi kita putuskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana," ujar Budi.
Dia juga menuturkan, pihaknya juga menemui langsung serta mempertanyakan kondisi korban. Hal tersebut, kata Budi, juga sudah diklarifikasi manajemen Rumah Sakit (RS) Sumber Waras Jakbar.
"Tidak ada nama saudari AWS selama satu bulan terakhir di bulan ini," ucap Budi.
Dengan fakta ini, Budi mengajak seluruh masyarakat untuk bijak media sosial dan tidak mengembuskan berita-berita yang menyesatkan sehingga menimbulkan kegaduhan di ruang digital dan di ruang publik.
"Polda Metro Jaya sudah hadir untuk melakukan pendampingan psikologis kepada yang bersangkutan dan kami putuskan, simpulkan dari hasil pendalaman bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana," tutur Budi.
Sebelumnya, viral di media sosial kabar yang menyebutkan model perempuan kritis usai dibegal di Kebon Jeruk, Jakbar. Korban disebut dibegal usai menjalani pemotretan atau photoshoot.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, korban yang bernama Ansy Jan De Vries disebut mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan di RS Sumber Waras Jakbar.