Untuk mewujudkan itu, Fadil bakal melakukan pendekatan preventif agar masyarakat atau tokoh pemilu tidak menggunakan isu-isu yang melanggar hukum. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menjadi penyelenggara pemilu.
“Tentunya sejak awal kami sudah bekerja sama dengan penyelenggara pemilu baik dari KPU, Bawaslu dan lainnya agar suasana tahun politik bisa berjalan tetap sejuk,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, jenderal bintang dua itu juga mengatakan akan memantau ujaran kebencian yang kerap terjadi. Hal itu agar menjaga lingkungan masyarakat dan mencegah adanya gangguan persatuan.
“Ujaran kebencian atau hate speech yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan, yang mengeksploitas atau mentrasmisikan muatan yang berisi ujaran kebencian yang berisi SARA, kalau itu memang penegakan hukumnya harus tegas, polisi tidak akan bekerja sendiri tapi akan bersama stakeholder yang lain,” ucapnya.