Eks Sekretaris Kabinet ini menjelaskan, penurunan pengangguran tersebut didukung sejumlah program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya melalui program Padat Karya yang menyediakan 2.843 lowongan kerja baru di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
"Penurunan ini didukung oleh berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan antara lain pelaksanaan program Padat Karya yang kemarin kita luncurkan untuk 2.843 lowongan kerja baru di Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan dan Hutan Kota," katanya.
Selain itu, Pemprov DKI juga menjalankan program magang bagi lulusan SMA atau sederajat. Hingga saat ini, program tersebut telah diikuti 1.000 peserta dengan melibatkan 107 perusahaan.Pramono menjelaskan, pelatihan reguler telah diikuti 630 peserta.
Sementara melalui program Mobile Training Unit (MTU), pelatihan telah diberikan kepada 2.731 peserta. Ia menilai peningkatan kesempatan kerja di tengah kondisi ekonomi saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin sehat dan inklusif.
"Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," ujar Pramono.