“Sementara untuk saluran air yang tadinya rata-rata berdimensi 80 sentimeter, kini diperbesar menjadi 120 sentimeter. Langkah ini merupakan upaya menjadikan Jalan HR Rasuna Said terhindar dari genangan air saat hujan turun,” katanya.
Wenny menyampaikan, meski pengerjaan belum rampung sepenuhnya, perubahan kondisi kawasan sudah mulai terlihat dan dirasakan masyarakat. Median jalan yang tadinya merupakan penyangga tiang-tiang monorel kini beralih fungsi menjadi badan jalan.
Dia mengatakan, jalur pedestrian di sejumlah titik juga mulai tertata menjadi lebih baik, termasuk penataan utilitas bawah tanah.
“Jalur pedestrian secara bertahap mulai tertata, tidak hanya lebih aman tetapi juga lebih estetis. Di bawah jalur pejalan kaki, jaringan utilitas telah mulai ditanam di bawah tanah, sehingga wajah kota menjadi lebih tertata tanpa kabel udara,” jelasnya.
Dia optimistis penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said dapat diselesaikan sebelum peringatan HUT Jakarta pada 22 Juni 2026 mendatang.
“Pada prinsipnya kami optimistis penataan selesai sebelum HUT Jakarta pada tanggal 22 Juni. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama proses pembangunan berlangsung,” tandasnya.