Dengan segala upaya yang dilakukan, lanjut Marullah, hal utama diharapkan adalah bencana tidak datang dan memastikan warga selamat ketika bencana terjadi.
"Ketika terjadi genangan, kita berharap bisa menyelesaikan genangan itu dalam enam jam surut, setelah air tidak mengalir lagi ke lokasi," kata Marullah.
Upaya lainnya adalah pengerahan penyedot air agar genangan dan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah dapat tertangani dalam enam jam. Dia mencontohkan penanganan banjir di Kampung Lubang, Kelurahan Pengadegan sudah disediakan dua pompa air.
Namun, lanjut dia, pompa tersebut memiliki kapasitas 750 liter per detik. Sementara untuk penanganan yang cepat membutuhkan pompa dengan kapasitas 2.500 liter per detik.
"Kalau itu bisa ditambahkan mudah-mudah bisa mempercepat penyedotan, karena kapasitas pompa yang ada saat ini 750 liter per detik, dua pompa yang satu kapasitas 500 liter per detik dan satu laginya 250 liter per detik," katanya.