"Kami masih terus melakukan evaluasi serta menunggu arahan dari Gugus Tugas , kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan kasus Covid-19 dari klaster anak di wilayahnya mengalami peningkatan. Dari 263 kasus positif Covid-19, jumlah anak yang terinfeksi mencapai 19,97 persen. Alhasil, pemerintah setempat akan mengevaluasi secara menyeluruh kegiatan belajar tatap muka.
Apalagi, pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai di 241 sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di kota tersebut.
"Kasus Covid-19 klaster anak di Kota Bekasi cukup tinggi, mencapai 19,97 persen," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati.
Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Kota Bekasi, hingga kemarin, total ada 263 orang yang positif Covid-19. "Klaster anak ini sudah pasti (terpapar) dari keluarga karena anak berada dalam keluarga. Makanya kewaspadaan semua pihak benar-benar dibutuhkan,” ucapnya.