Menurut Tarsiman, selama dirinya mengelola lahan tersebut setiap bulannya mampu menghasilkan berbagai jenis sayur dan di pasarkan melalui tengkulak.
"Banyak yang sering di panen. Kaya sayur kangkung itu masa tanam 17 hari. Satu setengah bulan bisa dua kali panen. Dan dijual ke tengkulak seharga Rp5.000 perikat," ucapnya.
Dalam sebulan, Tarsiman bercerita jika tidak ada gagal panen, maka dirinya bisa meraup keuntungan hingga jutaan. "Penghasilan sebulan sih bisa sampai Rp3.000.000 itupun kalau laku banyak," tuturnya.
Sementara itu petani lainnya, Kasam (40) mengatakan, sejak tahun 2016 dirinya membawa keluarganya ke Jakarta setelah mendapat tawaran bertani yang menggiurkan dari saudaranya.
"Kalau di kampung bertani dalam setahun paling banyak 3 kali panen. Kalau di sini setiap bulan panen. Walaupun hasilnya gak banyak tapi cukup untuk kebutuhan," ujarnya.