Politisi PDIP itu mengatakan, JKF menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
"JKF menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, OJK, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi kreatif," ujarnya.
Dia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat transformasi menuju jajaran 50 kota global pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, pembangunan ekonomi tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga diperkuat melalui ekonomi kreatif, sektor sports and lifestyle, serta industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).
"Ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global. Pemprov DKI Jakarta akan terus memberikan dukungan agar seluruh potensi tersebut berkembang secara optimal," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengapresiasi sinergi Bank Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional.
"Penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival 2026 membuktikan bahwa pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan beriringan untuk mendorong sektor riil serta meningkatkan produktivitas ekonomi Jakarta. Melalui Jakarta Kreatif Festival, Bank Indonesia akan terus mendorong lahirnya inovasi, memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk lokal dan sistem pembayaran nasional," ujar Filianingsih.
Mengusung tema A Creative Movement for a Sustainable Global City, festival yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta.