Kisah Sopir Bajaj Agus Rela Pindah Domisili dan KTP Jakarta demi Anak Dapat KJP

Atikah Umiyani
Agus Firmansyah menceritakan kisahnya menjadi sopir bajaj sejak tahun 2004. (Foto MPI).

Dikatakan Agus, dirinya sudah melaporkan ke sekolahan sang anak, namun ternyata diminta untuk mendaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

"Saya sudah lapor sekolahnya, katanya supaya bisa daftar DTKS, tapi saya kan ngga paham. Saya kalau tidak narik ya tidak makan anak saya, kalau buat mondar-mandir belum tentu diterima, nggk apa-apa lah tidak usah gitu-gitu, narik aja," ungkap Agus. 

Agus tetap bersyukur lantaran tahun ini anak pertamanya lulus sekolah. Sebab diakuinya, perjuangannya terlalu berat dari pertama nikah sampai memiliki anak 2 saat ini. 

"Terlalu berat perjuangannya, dari pertama nikah sampai sekarang sudah punya anak 2 cari duit di jalanan bagaimana susahnya anak sekolah yang SMK bayaran setiap bulan Rp500.000, yang kecil Rp150.000 ya mau bagaimana lagi cuma bisa narik bajaj," pungkasnya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Megapolitan
7 hari lalu

Penyaluran KJP dan KJMU Telat 2 Hari, Pramono Ngaku Dapat 1.000 Aduan Warga

Nasional
12 hari lalu

Kisah Haru Afna, Penumpang KRL yang Selamat dari Tabrakan Maut di Bekasi Timur

Megapolitan
27 hari lalu

Preman Palak Sopir Bajaj di Tanah Abang Beraksi Sendiri, Polisi Bongkar Motifnya

Megapolitan
28 hari lalu

Preman Pemalak Sopir Bajaj di Tanah Abang Dites Narkoba, Hasilnya Positif?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal