"Tadi menurut Pak Gubernur, beliau bilang menerima semua masukan dan kita akan coba benahi di halte-halte yang lain, JPO-JPO yang lain, atau pun akses ke transportasi umum yang lainnya. Jadi ke depan kita berharap ini sebagai salah satu contoh ya, dan tadi sudah dites sendiri cukup lumayan nyaman," tuturnya.
Diketahui, total panjang JPO Sarinah mencapai 39,78 meter, terdiri atas sisi Bawaslu sepanjang 19,54 meter dan sisi Sarinah sepanjang 20,24 meter, dengan lebar bersih 2,1 meter. JPO ini dirancang tanpa anak tangga dan dilengkapi akses lift guna meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna.
JPO ini sempat dibongkar pada era mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 2022 lalu karena alasan estetika kota.
Pramono menjelaskan akses penyeberangan orang Sarinah ini merupakan JPO pertama yang dimiliki Jakarta. Dulunya diresmikan pada 1968.
"JPO ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta, tepatnya diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin tanggal 21 April tahun 1968," ucap Pramono.
Mengingat jembatan tersebut memiliki nilai sejarah, Pramono sangat ingin merevitalisasi agar ramah terhadap disabilitas. Kini JPO tersebut dilengkapi lift untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas.