JAKARTA, iNews.id - Film horor 'Aku Harus Mati' menjadi sorotan setelah judulnya dianggap provokatif. Begitu pula dengan pemasangan iklan film berupa billboard di sejumlah titik keramaian yang menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Produser Pelaksana Film Aku Harus Mati, Iwet Ramadhan, akhirnya buka suara. Iwet menegaskan, penurunan billboard tersebut memang sudah sesuai rencana sejak awal, bukan semata-mata karena tekanan publik.
"Jadi per malam ini (4 April) kami turunkan materinya supaya tanggal 5 April selesai, karena kami akan lanjut masuk ke fase berikutnya untuk promosinya," ujar Iwet Ramadhan dalam wawancara daring belum lama ini.
Iwet mengaku memantau dinamika yang terjadi di media sosial. Dia menilai respons publik berada di luar kendali tim produksi, meski niat awalnya untuk menyampaikan pesan sosial.
"Respons masyarakat itu kan sesuatu yang tidak bisa kita kontrol ya. Kita punya niat apa, kita punya maksud apa, tapi responsnya itu tidak pernah bisa kita kontrol, sehingga ya ketika kemudian ini terjadi kita juga mengamati," katanya.