Dia pun percaya kepada polisi yang akan menangani kasus ini sebaik-baiknya. Termasuk mengapresiasi kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat yang telah menunda pembelajaran tatap muka (PTM) di dua sekolah.
"Saya percaya Pak Kapolres dan jajaran akan melakukan proses investigasi, proses hukum yang betul-betul profesional. Sehingga bisa mengungkap persoalannya seperti apa. Dan saya mengapresiasi telah diambil langkah cepat oleh KCD, Dinas Pendidikan, untuk memberikan keputusan sanksi menghentikan PTM di kedua SMA ini," tuturnya.
Diharapkan, peristiwa memilukan ini tidak kembali terjadi. Tak hanya itu, tambah Bima, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Jawa Barat untuk merumuskan kebijakan atau langkah ke depan yang lebih efektif mengantisipasi kejadian ini.
"Jadi satu, hukum ditegakkan. Saya percayakan kepada kepolisian. Yang kedua, saya imbau semuanya untuk menahan diri. Karena kami akan bertindak tegas kepada siapapun yang menjadi excess di peristiwa ini lasti akan kita tindak tegas dan saya akan berkonsultasi dengan Pak Gubernur untuk secara sistematis merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk mencegah terulang kembali," katanya.
Sementara itu, Kapolresta Bogot Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait kasus ini. Tidak ada lagi kejadian serupa hingga menghilangkan nyawa seseorang.