Gelar Dialog, Ayo Mengajar Indonesia Ajak Cegah Intoleransi di Dunia Pendidikan

Irfan Ma'ruf
Ayo Mengajar Indonesia menggelar dialog mencegah intoleransi dan radikaliame di dunia pendidikan, Sabtu (24/4/2021).(Foto: ist)

"Sehingga dalam pengajarannya bisa memberikan nilai-nilai toleransi, dan saya mengapresiasi gerakan Ayo Mengajar Indonesia ini, agar bisa menekankan perbaikan karakter,” kata Prof Dr. Azzyumardi Azra.

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Polisi Ahmad Nurwahid mengatakab, radikalisme dan terorisme dalam segi agama yang dibicarakan, yaitu ingin mengganti konstitusi negara menjadi khilafah, atau daulah Islam.

Yang belum dilarang oleh negara yaitu ajaran yang radikalisme atau ajaran agama yang ingin mengubah konstitusi negara menjadi negara Islam. Namun undang-undang sudah bisa menangkap untuk mencegah dalam tidakan terorisme.

“Yang belum terpapar 87,8 persen radikalisme, namun rentan untuk terpapar, maka harus diajarkan spritualitas yang rahmatan lil alamin,” kata Brigjen Pol R Ahmad Nurwahid.

Dia juga berpesan agar jangan membiarkan intoleransi berkeliaran di masyarakat umum, apalagi memfitnah dan menjelakan satu sama lain.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ratusan Pelajar Ditempa di Garuda Youth Camp 2026, Fokus Pembekalan Wawasan Kebangsaan hingga Karakter

57 tahun lalu

Puspadaya: Memutus Rantai Kekerasan Anak di Ruang Digital Perlu Upaya Preventif dan Kuratif

57 tahun lalu

Ciri-Ciri Anak Terpapar Radikalisme Versi Densus 88, Apa saja?

57 tahun lalu

68 Anak Terpapar Ideologi Ekstrem, Pengamat Minta Telusuri Latar Belakang Keluarga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal