Gelar Dialog, Ayo Mengajar Indonesia Ajak Cegah Intoleransi di Dunia Pendidikan

Irfan Ma'ruf
Ayo Mengajar Indonesia menggelar dialog mencegah intoleransi dan radikaliame di dunia pendidikan, Sabtu (24/4/2021).(Foto: ist)

"Kita menemukan, intoleransi terjadi di perguruan tinggi, ketika meneliti 10 kampus, kami menemukan tingkat intoleransi cukup  tinggi sapai 20-30 persen. Ketika penelitian di sekolah pun sama cukup tinggi tingkat inteloransi, dan bukan tumbuh tiba-tiba, tapi memang ada peningkatan dari zaman di sekolah sampai ke perguruan tinggi," katanya.

Dia mengatakan, darahnya Indonesia itu adalah Intoleransi, seperti sejarah yang ada. 
  
Pakar Pendidikan dan Wakil Sekjen PB PGRI, Jejen Musfah mengatakan, pendidikan untuk karakter itu melalui tiga cara yakni, modeling, kebiasaan, dan pengajaran.

"Benar bahwa indonesia sudah baik toleransinya namun  bukan berarti kita mengabaikan pikiran intoleran.

Peserta yang hadir dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, serta relawan Ayo Mengajar Indonesia, jumlah peserta yang hadir dalam offline ada 30 orang, hadir dalam online ada 300 orang.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Megapolitan
31 hari lalu

Puspadaya: Memutus Rantai Kekerasan Anak di Ruang Digital Perlu Upaya Preventif dan Kuratif

Nasional
1 bulan lalu

Ciri-Ciri Anak Terpapar Radikalisme Versi Densus 88, Apa saja?

Nasional
1 bulan lalu

68 Anak Terpapar Ideologi Ekstrem, Pengamat Minta Telusuri Latar Belakang Keluarga

Nasional
1 bulan lalu

Polri Temukan 68 Anak Terpapar Ideologi Neo-Nazi Sepanjang 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal