Paman korban, Mulyadi menyebut keluarga sangat kehilangan atas kepergian almarhumah. Rekan kerja korban, Eneng juga mengenang Nurlaela sebagai guru yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi.
Korban meninggalkan seorang suami dan satu anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan perjalanan kereta api agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Keponakan saya itu memang ulet sekali merangkak dari bawah, tes sendiri sampai keterima di Jakarta. Kemarin dia juga baru wisuda S2 di UNJ. Beliau anak kedua dari empat bersaudara," ucap Mulyadi.