Ketua RT setempat juga membantu mencari warga bernama Wahyu sesuai alamat yang dilaporkan. Namun, warga bernama Wahyu yang ditemukan malah menyatakan tidak membuat laporan kepada petugas damkar.
Petugas kemudian menghubungi pelapor, tetapi yang bersangkutan mengaku sedang berada di rumah pamannya. Sang pelapor juga sempat mengirimkan fotokopi KTP sebagai bukti.
Dari fotokopi KTP yang diterima, petugas bersama Ketua RT mendatangi alamat yang dimaksud. Namun, warga yang tinggal di alamat tersebut mengaku tidak pernah melaporkan apa pun kepada petugas damkar.
"Kita tanya 'Ibu nama suaminya Wahyu?' 'Bukan, nama suami saya mah Asan dan saya juga nggak ngelapor apa-apa Mas'. Terus akhirnya disangkutpautin lah sama Pak RT, 'Ibu punya sangkutan (utang) nggak'. Dia merasa nggak. Oh ya udah menurut kita tim, ya sudah berarti ini laporan fiktif," ucap Ragil.
Laporan palsu ini diduga dilakukan untuk membuat kehebohan atau mempermalukan seseorang ketika lebaran.