DPRD DKI Siapkan Penguatan Kebijakan Pro Buruh, Fokus Upah dan Perlindungan

Danandaya Arya Putra
Ilustrasi pekerja. (Foto: iNews.id)

Selain itu, dia menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pekerja yang membuat pelanggaran ketenagakerjaan kerap berulang tanpa sanksi tegas, terutama para pekerja informal di Jakarta yang semakin besar namun belum diimbangi regulasi memadai.

"Kalau pengawasan lemah, perusahaan akan terus mencari celah. Buruh yang akhirnya menanggung risiko, dari jam kerja berlebih hingga minimnya jaminan sosial," ucap Yuke.

"Pekerja platform digital, kurir, hingga pekerja lepas menjadi tulang punggung ekonomi kota, tapi perlindungannya masih abu-abu. Ini ironi yang harus segera diselesaikan," sambungnya.

Sebagai langkah konkret, Yuke menegaskan DPRD DKI Jakarta akan mendorong pengetatan regulasi dan pengawasan. Pihaknya juga akan menyiapkan kebijakan yang lebih progresif.

“Kami akan dorong audit ketenagakerjaan secara berkala dan transparan, serta memastikan sanksi benar-benar dijalankan bagi pelanggar. Kami sedang mendorong skema perlindungan sosial daerah yang lebih inklusif, termasuk untuk pekerja informal dan gig worker, agar mereka punya jaring pengaman yang jelas," ujar Yuke.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
8 jam lalu

Demo May Day di DPR Berakhir, Massa Buruh dan Mahasiswa Bubarkan Diri

Video
8 jam lalu

Momen Langka May Day di DPR, Buruh Main Bola Bareng Polisi di Tengah Demo

Nasional
9 jam lalu

Demo May Day, Massa Buruh dan Mahasiswa Bakar Flare di Depan Gedung DPR

Jatim
9 jam lalu

May Day di Surabaya, Buruh Kepung Kantor Gubernur Jatim Tuntut Hapus Outsourcing

Nasional
9 jam lalu

May Day di Monas, Buruh Sampaikan Harapan soal Perbaikan Sistem Kerja ke Prabowo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal