Caleg Partai Perindo Soroti Masalah Pendidikan di Tangsel, Sebut Ada Ketimpangan Jumlah SD-SMP

Dimas Choirul
Caleg Partai Perindo untuk DPRD Kota Tangsel dapil V Bambang Pamudji dan caleg Partai Perindo untuk DPRD Provinsi Banten Dapil 9 Budy Tjoanda saat Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (7/12/2023). (Foto: YouTube)

"Nah yang menjadi pernyataan, mereka putus sekolah karena tidak masuk sekolah negeri (SMP). Karena ketersediaan sekolah negeri itu sangat minim," katanya.

Selain itu kata Budy, adanya oknum-oknum yang melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) seperti pungutan biaya masuk sekolah negeri juga menjadi masalah yang serius. 

"Setelah mereka lulus SMP mau ke SMA negeri itu kesulitan, padahal nem mereka memenuhi persyaraatan. Kenapa? Karena  khusus di Tangsel masih ada oknum-oknum bermain KKN. Untuk masuk ke sekolah negeri dia bayar Rp15-20 juta. Inilah keprihatinan saya. Jika masuk, ini akan saya perjuangkan dan perbaiki," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
Makro
5 hari lalu

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk RI Turun per September 2025, Kota Penyumbang Terbesar

Nasional
14 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Progres Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris

Nasional
15 hari lalu

Gibran: Jangan Lagi Ada Sekolah Rusak atau Berlantai Tanah di Papua!

Nasional
15 hari lalu

Gibran Ungkap Fokus Percepatan Pembangunan Papua ke Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal