Seluruh penyelenggaraan nobar akan dikelola oleh masing-masing pengelola GOR. Selain menyiapkan lokasi dan layar besar, panitia juga akan menyediakan makanan ringan serta minuman bagi masyarakat yang hadir.
“Makanya saya sampaikan agar disosialisasikan lebih masif lagi. Karena sebenarnya masalahnya bukan tempat, tetapi waktunya. Masyarakat mungkin merasa berat datang ke Gelanggang Remaja pada jam-jam seperti itu dan lebih memilih menonton di rumah,” katanya.
Andri menuturkan, penyelenggaraan nobar di fasilitas olahraga merupakan arahan Gubernur Pramono Anung agar aset milik Pemprov dimanfaatkan sebagai ruang kebersamaan masyarakat selama Piala Dunia berlangsung.
“Bukan hanya Dinas Pemuda dan Olahraga, mungkin juga di kelurahan, kecamatan, kantor wali kota, hingga kantor-kantor melaksanakan kegiatan nonton bareng. Kebetulan fasilitas kami adalah GOR, jadi kami laksanakan di GOR,” ucapnya.