Dia menjelaskan, ide kreatif dan langkah terobosan muncul ketika terjadi pemangkasan DBH. Dia berharap, wacana obligasi daerah atau municipal bond mendapat dukungan dari Kemenkeu.
"Tapi paralel, karena pemotongan DBH kemarin, maka muncul ide-ide kreatif dan langkah-langkah terobosan. Yang pertama sedang dikoordinasikan di koordinasikan adalah penerbitan obligasi daerah atau municipal bond. Ini diharapkan dengan dukungan Kementerian Keuangan dan Kendahan Negeri bisa lebih cepat. Karena pusat pun berkepentingan daerah itu punya kapasitas dan kemampuan untuk menerbitkan obligasi sebagai alternatif pembiayaan," tuturnya.
Prastowo menilai, dengan terbitnya obligasi dapat membuat daerah lebih bertanggung jawab, dan tidak hanya berharap pada dana transfer daerah.
"Kenapa? Dengan menerbitkan obligasi, daerah bisa lebih bertanggung jawab. Karena tidak sekedar berharap pada transfer daerah. Karena dia harus membayar cicilan, pokok, dan bunga, itu harus dengan kerja yang produktif sehingga menghasilkan sumber-sumber pembiayaan baru," ujarnya.
Lebih lanjut, Prastowo membeberkan bahwa Gubernur Pramono mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat berpikir untuk menerbitkan green bond atau obligasi hijau.