Tingginya jumlah masyarakat yang akan melakukan mobilitas di Ibu Kota, kata dia transportasi publik yang mumpuni merupakan harga mati yang harus dipenuhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Jadi sistem transportasi publik kita, harus memenuhi kebutuhan kota yang besar, dinamis dan sibuk. Jadi, kita membuat sistem transportasi publik yang inklusif, bisa diandalkan dan berkelanjutan sebagai prioritas dalam empat tahun terakhir," katanya.
Dia mengungkapkan, Jakarta meraih penghargaan tersebut karena berhasil mengintegrasikan semua moda transportasi baik secara fisik maupun pembayaran.
Selain itu, lanjut dia penataan sarana transportasi publik milik DKI Jakarta seperti TransJakarta ataupun Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang terintegrasi dengan kereta Commuter Line milik PT KAI juga menjadi tonggak baru sistem transportasi publik di Jabodetabek.
Dia menyampaikan, DKI mendapatkan penghargaan transportasi juga karena membenahi akses bagi pejalan kaki menuju transportasi publik yang tersedia.