Sebab, pandemi yang memberikan dampak negatif utamanya di bidang kesehatan, ternyata juga memiliki dampak positif dengan keluarnya Jakarta sebagai 10 besar kota termacet di dunia versi TomTom Traffic Index, sehingga secara langsung membuat peningkatan kualitas udara di Jakarta.
Lebih lanjut, Anies menyampaikan menjadi kota berketahanan tidak dapat dilakukan oleh Jakarta saja. Melainkan perlu adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dan para pemangku kepentingan, saling berbagi ilmu dan pengalaman dengan berbagai kota lain di dunia.
Maka dari itu Jakarta telah menetapkan dirinya sebagai kota kolaborasi sehingga semua warganya memiliki perasaan kepemilikan atas suatu masalah dan akan diselesaikan juga secara bersama-sama.
“Kami menyediakan platform Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) di mana merupakan model kolaborasi lintas sektor, bahkan kami juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai kota di dunia,” kata Anies.