"Kita siap apa pun yang berhubungan dengan Komisi D dan integrasi wilayah-wilayah sekitar, termasuk kan kayak pembangunan jalan, atau juga pembangunan tembus, dari Jakarta Barat tembus ke Tangerang, terus juga yang lain-lainlah, kita siap-siap saja," ucap dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menyatakan penandatangan nota kesepahaman ini berkaitan dengan studi pengembangan MRT Kembangan-Balaraja. Selama 8 bulan, PT MRT Jakarta bersama sejumlah pengembang akan mengkaji tiga hal terkait kelembagaan, keuangan, dan teknis.
Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar perumusan kebijakan lanjutan dan rencana pembangunan.
"Setelah itu nanti hasil dari kajian itu baru dijabarkan ke mana," kata Tuhiyat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pembangunan proyek MRT itu akan dilakukan paling lambat dua tahun.
"Saya menaruh harapan, mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya. Kalau itu bisa dilakukan, Saudara-saudara sekalian, akan sangat baik bagi Jakarta sendiri, bagi Banten, dan tentunya bagi transportasi yang ada di Indonesia," tutur Pramono