Ahli Psikologi Forensik Sebut Anomali: Pembunuhan Berencana Dihukum Mati, Aborsi 10 Tahun

Wildan Catra Mulia
Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya menjerat tiga tersangka kasus klinik aborsi di Kawasan Paseban, Senin, Jakarta Pusat dengan pasal berlapis yang diambil dari tiga Undang-Undang (UU). Namun besaran hukuman dalam rentetan pasal tersebut dinilai sebuah anomali.

Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menuturkan anomali hukum itu terletak pada besaran hukuman yang nantinya akan dijalani para pelaku aborsi. Menurut Reza, aborsi adalah pembunuhan berencana.

Orang Indonesia pertama yang mendapat gelar Master Psikologi Forensik ini memaparkan, membunuh secara berencana bayi 1 menit setelah dan sebelum bayi dilahirkan ternyata memiliki konsekuensi hukum berbeda.

"Pembunuhan berencana diancam sanksi maksimal hukuman mati, sedangkan aborsi cuma dihukum maksimal 10 tahun," kata Reza dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Senin (17/2/2020).

Anomali hukum lainnya adalah hubungan seks di luar pernikahan bukan perkara pidana. Para pelaku aborsi melakukan aksinya itu karena hamil di luar pernikahan.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Seleb
8 jam lalu

Ayu Aulia Ungkap Penyakit Serius hingga Rahim Harus Diangkat, Bantah Sering Aborsi

Nasional
20 hari lalu

Penampakan Hunian untuk Warga Pinggir Rel Senen, Ada Air Bersih hingga Taman Bermain Anak

Nasional
2 bulan lalu

Prabowo Perintahkan Bangun Rumah untuk Warga Pinggir Rel Senen, Tim Langsung Bergerak

Nasional
2 bulan lalu

Momen Prabowo Tanpa Pengamanan Ketat di Senen, Seskab: Rencananya Mau Nyamar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal