5 Fakta Ali Kalora, Pemimpin MIT yang Diduga Bunuh Satu Keluarga di Sigi

Djairan
Poster Ali Kalora (Foto: Istimewa)

1. Nama sebenarnya Ali Ahmad

Ali Kalora alias Ali Ambon alias Ali Muhammad merupakan pimpinan kelompok MIT. Dia memiliki nama asli Ali Ahmad. Ali lahir di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kota Poso, Sulteng. Nama ‘Kalora’ pada namanya diambil dari desa tempatnya dilahirkan, sehingga nama Ali Kalora sering digunakan untuk mengenalinya.

2. Memiliki kedekatan dengan Santoso

Ali Kalora adalah salah satu pengikut setia pentolan MIT yakni Abu Wardah Asy Ayarqi alias Santoso. Pada 18 Juli 2016, Santoso tewas dalam baku-tembak dengan Satgas Operasi Tinombala bentukan Polda Sulteng di pedalaman Poso. Setelah itu, kepemimpinan MIT diteruskan oleh Basri.

Namun, pada 14 September 2016 Basri ditangkap. Jejak rekam Ali bersama MIT sudah cukup lama. Ali sudah mengikuti Santoso menebar teror sejak 2011. Bahkan, dia menjadi salah satu orang kepercayaan Santoso. Faktor kedekatannya dengan Santoso membuat dia diangkat menjadi pemimpin MIT.

3. Bersembunyi di hutan belantara

Kemampuan Ali dalam mengenal medan gerilya membuat dia diangkat menjadi pemimpin. Ali disebut bersembunyi di hutan belantara di pegunungan yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng bersama dengan sisa kelompok MIT. Ali adalah sosok penunjuk arah dan jalan di pegunungan dan hutan Poso.

4. Selain membunuh juga merampas

Ali dan rekannya ternyata tak hanya membunuh satu keluarga di Sigi dengan sadis. Ali juga disebut membakar enam rumah hingga mengambil barang-barang warga. Kelompok MIT itu mengambil stok makanan berupa beras dan rempah-rempah milik warga, sebelum akhirnya membakar sebanyak enam unit rumah.

5. Mutilasi warga dan serang polisi pada 2019

Jelang awal Januari 2019, petugas kepolisian melalui Satgas Tinombala telah mengantongi pelaku kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang dengan keji melakukan mutilasi terhadap warga. Sebelum melakukan mutilasi, ada gelagat Ali dan rekannya melakukan intimidasi. Tak hanya mutilasi, Ali juga menembak dua anggota polisi di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Sigi Sulteng: 91 Rumah Rusak Ringan dan 11 Rusak Berat

57 tahun lalu

Gempa M5,3 Landa Sigi Sulteng, PVMBG: Morfologi Wilayah Perkuat Efek Guncangan

57 tahun lalu

3 Kali Gempa Susulan Guncang Sigi Sulteng, Terbesar Kekuatan M3,6

57 tahun lalu

Densus 88 Geledah 2 Rumah di Sigi dan Palu, 2 Orang Diamankan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal