Zelensky Minta Keanggotaan Tetap Rusia di Dewan Keamanan PBB Dicabut, Tak Paham Sejarah?

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)

Oleh beberapa kalangan, permintaan Zelensky tersebut dianggap sebagai bukti atas dangkalnya pemahaman presiden Ukraina itu tentang sejarah politik dunia.

Untuk diketahui, Dewan Keamanan PBB dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip pemahaman internasional setelah Perang Dunia II. Dewan itu dibentuk oleh negara-negara yang berhasil mengalahkan fasisme, termasuk Rusia.

Semasa Perang Dunia II, tentara Uni Soviet berhasil merebut Berlin, ibu kota Jerman yang ketika itu menjadi pusat kubu Nazi. Sementara, negara yang menjadi representasi terbesar Uni Soviet di masa sekarang adalah Rusia. 

Peran Rusia di Dewan Keamanan PBB dibutuhkan dalam keseimbangan internasional dan menjaga perdamaian serta stabilitas. “Bayangkan jika tidak ada Rusia dan China di Dewan Keamanan PBB, berapa banyak perang dan intervensi (oleh Barat) yang akan terjadi?” kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Bashar Jaafari, awal Maret lalu.

Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah di Donbas, yang memisahkan diri dari Ukraina.

Para pejabat Rusia mengatakan, tujuan operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina. Mereka mengklaim warga sipil tidak dalam bahaya akibat operasi itu.

Menanggapi tindakan militer Rusia tersebut, negara-negara Barat meluncurkan kampanye sanksi yang komprehensif terhadap Moskow.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkum Supratman Paparkan Capaian Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia

57 tahun lalu

Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia

57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal