"Analisis kedua dilakukan seminggu setelah sukarelawan mendapat dosis kedua, yang berarti bahwa tubuh mereka sebagian bereaksi terhadap kedua dosis tersebut," lanjutnya.
Angka efektivitas vaksin Sputnik V bisa lebih tinggi lagi
Alexander memperkirakan tingkat efektivitas Sputnik V menjadi lebih tinggi dalam tiga minggu setelah dosis kedua disuntikan pada relawan.
Gamaleya menyebutkan sebanyak 22.000 relawan telah diinjeksi dengan dosis pertama Sputnik V, serta ada lebih dari 19.000 relawan yang terdaftar untuk mendapatkan suntikan dosis kedua.
Uji coba vaksin virus corona juga berlangsung di negara lainnya seperti Uni Emirat Arab, Venezuela, dan Belarusia.
Pengembangan vaksin Covid-19 juga berlangsung di banyak negara
Rusia pada Agustus lalu menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin Covid-19, tetapi khasiatnya masih diraguan karena belum merampungkan prosedur uji klinis skala besar.
Selain Sputnik V, ada calon vaksin lainnya yang diklaim memiliki angka efektivitas 95 persen yakni produk yang dikembangkan oleh raksasa farmasi Pfizer dan BioNTech. Sedangkan vaksin yang tengah dikembangkan perusahaan AS, Moderna, menunjukkan angka efektivitas 94,5 persen.
Vaksin menjadi harapan terakhir warga dunia untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 20 juta orang serta menewaskan lebih dari 2 juta orang.