WNI di AS Diimbau Tak Panik dengan Kebijakan Imigrasi Baru Pemerintahan Trump

Anton Suhartono
Indonesian American Lawyers Association (IALA) meminta warga Indonesia tetap tenang menghadapi regulasi baru yang diterapkan pemerintahan Presiden Trump (IALA)

LOS ANGELES, iNews.id - Indonesian American Lawyers Association (IALA) meminta warga Indonesia tetap tenang menghadapi regulasi baru yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait imigrasi. Di samping itu, penting juga untuk terus berpikir kritis menghadapi aturan-aturan yang terus berubah.

Organisasi nirlaba itu juga meminta warga Indonesia mewaspadai wabah informasi yang belum tentu terverifikasi soal Executive Orders (EO) atau Instruksi Presiden Trump terkait imigrasi yang masih menjalani proses judicial review. 

Salah satu EO yang sempat menimbulkan keresahan adalah upaya Trump untuk mengubah ketentuan kewarganegaraan berdasarkan kelahiran (birthright citizenship) yang saat ini sedang digugat oleh 22 negara bagian. Demikian pula Laken Riley Act yang dianggap melanggar due process of law atau hak untuk diperlakukan secara adil dan setara di hadapan hukum, serta wacana penggerebekan atas rumah ibadah dan sekolah-sekolah yang melanggar hak-hak yang dijamin konstitusi AS.

“Kalaupun ada perubahan pada Konstitusi, hal tersebut harus melalui proses yang jelas karena AS adalah negara hukum,"
ujar Michael Indrajana, praktisi hukum di San Mateo, California, dalam webinar IALA untuk memberikan pemahaman kepada diaspora Indonesia di AS, Minggu (2/3/2025).

Praktisi hukum lainnya, Ida Ayu Sabrina Putri, mengingatkan masyarakat Indonesia terkait maraknya penipuan menargetkan komunitas imigran yang dihantui ketakutan dan kebingungan dengan kebijakan pemerintah AS saat ini. Ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi seperti ini untuk tujuan finansial. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

KPK Geledah 3 Lokasi di Bali terkait Kasus Silmy Karim, Termasuk Kantor Imigrasi Denpasar

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal