Warga Palestina Boikot Pemilihan Wali Kota Yerusalem

Anton Suhartono
Kelompok Yahudi Ultra Ortodoks berjala di antara selebaran kampanye kandidat wali kota Yerusalem (Foto: AFP)

"Saya tidak merasa gagal, tapi kecewa," ujar Abu Sarah, dikutip dari The Washington Post.

Sementara itu Moshe Lion, dari kelompok Yahudi sekuler yang didukung dua anggota sayap kanan kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, akan berhadapan dengan Ofer Berkovitch, mantan Wakil Wali Kota Yerusalem berusia 35 tahun.

Mereka memperoleh suara teratas dari lima kandidat yang maju pada pemilihan. Pilwalkot putaran kedua akan digelar pada 13 November 2018.

Salah satu hasil mengejutkan dari pemilihan ini adalah rendahnya perolehan suara Yossi Daitsh, tokoh penting kelompok Yahudi Ultra Ortodoks. Dianggap mengejutkan karena pengikut Ultra Ortodoks di Yerusalem mencapai 36 persen dari populasi kota.

Kedua calon yang maju ke putaran kedua memiliki kesamaan yakni siap mengikuti peraturan pemerintahan PM Benjamin Netanyahu untuk tidak memberikan Yerusalem Timur kepada Palestina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit

57 tahun lalu

Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal