Sara pada Februari 2026 menyatakan akan maju dalam Pilpres Filipina mendatang.
Sara dimakzulkan atas tuduhan menyalahgunakan anggaran rahasia senilai lebih dari 612,5 juta peso di Kantor Wakil Presiden serta Departemen Pendidikan yang dipimpinnya sebelum mengundurkan diri pada 2024 menyusul pecah kongsi dengan kubu Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Dia juga dituduh menumpuk kekayaan dan mengancam akan membunuh Presiden Marcos Jr, Ibu Negara Louise Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez.
Sara tidak menghadiri sidang pemakzulan di DPR, namun mengomentari hasilnya dengan menyangkal kesalahan serta menyebut proses tersebut bermotivasi politik.
Tim hukum Sara mengatakan siap sepenuhnya untuk membela Sara di hadapan pengadilan pemakzulan.